🔬Penelitian

Panduan Teknis Publikasi Jurnal: OJS, Turnitin, dan Tingkatan Jurnal

Panduan lengkap proses publikasi jurnal ilmiah, mulai dari submit artikel di OJS (Open Journal System), tips lolos cek plagiarisme Turnitin, hingga edukasi tingkatan jurnal SINTA dan Scopus.

20 Juni 202610 menit baca
publikasi jurnalOJSTurnitinplagiarismeSINTAScopusjurnal ilmiahakademik

Panduan Teknis Publikasi Jurnal: OJS, Turnitin, dan Tingkatan Jurnal

Mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal merupakan salah satu syarat kelulusan bagi banyak mahasiswa S1, S2, maupun S3. Sayangnya, banyak mahasiswa yang masih bingung dengan alur teknis publikasi jurnal, mulai dari cara submit di OJS, cara menghadapi cek plagiarisme, hingga memahami tingkatan dan kredibilitas jurnal.

Artikel ini membahas tiga topik penting yang wajib diketahui oleh setiap akademisi yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya.

Siapa yang Perlu Membaca Panduan Ini?

Panduan ini cocok untuk mahasiswa yang pertama kali akan submit jurnal, dosen yang ingin membimbing mahasiswanya, maupun peneliti yang ingin memahami ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia.

Bagian 1: Panduan Menggunakan OJS (Open Journal System)

OJS (Open Journal Systems) adalah platform open-source yang dikembangkan oleh Public Knowledge Project (PKP) untuk mengelola proses penerbitan jurnal ilmiah. Sebagian besar jurnal di Indonesia menggunakan OJS sebagai platform submission dan review.

Apa Itu OJS?

OJS adalah sistem manajemen jurnal yang menyediakan alur kerja lengkap, mulai dari:

  • Submission oleh penulis
  • Review oleh editor dan reviewer
  • Copyediting dan layouting
  • Publishing artikel yang telah diterima

Mayoritas jurnal terakreditasi SINTA di Indonesia menggunakan OJS versi 3.

Langkah 1: Mendaftar Akun di OJS

  1. Buka website jurnal tujuan Anda
  2. Klik menu Register atau Daftar
  3. Isi formulir pendaftaran dengan data lengkap:
    • Nama lengkap sesuai KTP/KTM
    • Email aktif (gunakan email institusi/kampus jika ada)
    • Affiliasi (nama universitas/lembaga)
    • Bidang keahlian (interest)
  4. Centang opsi Author saat diminta memilih role
  5. Klik Register untuk menyelesaikan pendaftaran
  6. Cek email untuk verifikasi akun

Gunakan Email Institusi

Banyak jurnal lebih mempercayai pendaftar yang menggunakan email institusi (misal: nama@universitas.ac.id) dibanding email Gmail/Yahoo. Hal ini juga mempermudah proses verifikasi identitas penulis.

Langkah 2: Submit Artikel Baru

Setelah akun terdaftar dan terverifikasi, berikut langkah-langkah submit artikel:

  1. Login ke akun OJS Anda
  2. Klik menu Dashboard atau New Submission
  3. Ikuti langkah-langkah submission yang terdiri dari beberapa tahap:

Step 1: Start

  • Pilih Section yang sesuai (misal: Research Article, Review Article)
  • Centang semua checklist persyaratan yang diminta
  • Klik Save and Continue

Step 2: Upload Submission

  • Upload file naskah artikel dalam format .doc atau .docx
  • Pastikan file sudah sesuai template jurnal yang dituju
  • Klik Save and Continue

Step 3: Enter Metadata

  • Isi Title (judul artikel)
  • Isi Abstract (abstrak, biasanya 150-250 kata)
  • Tambahkan Keywords (kata kunci, biasanya 3-5 kata)
  • Isi data penulis (author) lengkap dengan afiliasi
  • Jika ada penulis lebih dari satu, tambahkan dengan klik Add Author
  • Klik Save and Continue

Step 4: Confirmation

  • Review semua data yang sudah diisi
  • Klik Finish Submission untuk mengirimkan artikel ke editor

Periksa Kembali Sebelum Submit

Setelah klik Finish Submission, Anda tidak bisa mengedit submission lagi tanpa izin editor. Pastikan semua data sudah benar, file naskah sudah final, dan metadata sudah lengkap sebelum menyelesaikan submission.

Langkah 3: Tracking Status Submission

Setelah submit, Anda bisa memantau proses review melalui dashboard OJS. Berikut arti dari setiap status:

StatusArti
Awaiting AssignmentNaskah sudah masuk, editor belum menugaskan reviewer
Under ReviewNaskah sedang direview oleh reviewer
Revision RequiredNaskah perlu direvisi berdasarkan komentar reviewer
Resubmit for ReviewRevisi sudah dikirim, menunggu review ulang
AcceptedNaskah diterima untuk dipublikasikan
DeclinedNaskah ditolak oleh editor/reviewer

Langkah 4: Melakukan Revisi

Jika mendapat status "Revision Required":

  1. Buka halaman submission di dashboard
  2. Download file reviewer comments
  3. Buat file Response to Reviewers yang berisi:
    • Setiap komentar reviewer di-copy
    • Di bawah setiap komentar, tulis jawaban/respon Anda
    • Jelaskan perubahan yang dilakukan beserta nomor halaman yang diubah
  4. Upload file naskah yang sudah direvisi
  5. Upload file Response to Reviewers
  6. Kirim revisi melalui tombol yang tersedia

Langkah 5: Mengunduh Letter of Acceptance (LoA)

Letter of Acceptance (LoA) adalah surat bukti bahwa artikel Anda diterima untuk dipublikasikan. LoA biasanya dibutuhkan untuk:

  • Syarat kelulusan mahasiswa
  • Klaim beban kerja dosen
  • Bukti publikasi untuk kenaikan pangkat

Cara mendapatkan LoA:

  1. Setelah status submission menjadi "Accepted"
  2. Hubungi editor melalui email atau fitur diskusi di OJS
  3. Minta LoA secara resmi
  4. Beberapa jurnal mengirimkan LoA otomatis via email
  5. Simpan LoA dalam format PDF sebagai arsip

Bagian 2: Tips Lolos Cek Plagiarisme (Turnitin)

Turnitin adalah software pendeteksi plagiarisme yang paling banyak digunakan oleh universitas dan penerbit jurnal di Indonesia. Memahami cara kerja Turnitin sangat penting agar artikel Anda lolos dari deteksi plagiarisme.

Apa Itu Turnitin?

Turnitin bekerja dengan cara mencocokkan teks dalam dokumen Anda dengan database yang sangat besar, meliputi:

  • Jurnal ilmiah dan artikel akademik
  • Buku dan publikasi
  • Website dan konten online
  • Karya tulis mahasiswa yang sudah di-submit sebelumnya

Setelah proses pencocokkan selesai, Turnitin menghasilkan Similarity Report yang menunjukkan persentase kesamaan teks.

Cara Membaca Persentase Similarity Index

Hasil Turnitin berupa persentase yang menunjukkan seberapa banyak teks dalam dokumen Anda yang mirip dengan sumber lain:

PersentaseInterpretasi
0-15%Rendah, umumnya aman dan diterima
16-25%Sedang, perlu dicek bagian yang mirip
26-40%Tinggi, kemungkinan besar perlu banyak revisi
41-100%Sangat tinggi, naskah kemungkinan besar ditolak

Persentase Bukan Satu-Satunya Penilaian

Persentase similarity yang rendah belum tentu bebas masalah, dan persentase tinggi belum tentu plagiat. Yang lebih penting adalah melihat bagian mana yang terdeteksi mirip. Jika yang mirip adalah istilah teknis, nama lembaga, atau kalimat generik, biasanya tidak menjadi masalah. Jika yang mirip adalah kalimat inti penelitian, itu yang perlu diperbaiki.

Bagian yang Biasanya Terdeteksi Turnitin

Berikut bagian-bagian yang sering kali menyebabkan similarity tinggi:

  • Abstrak - Karena merupakan ringkasan yang mirip dengan penelitian serupa
  • Literature Review - Kutipan langsung yang terlalu panjang
  • Bagian Metode - Deskripsi metode standar yang banyak digunakan
  • Daftar Pustaka - Referensi yang sama dengan penelitian lain

Teknik Parafrase untuk Menurunkan Similarity

Parafrase adalah teknik menuliskan ulang ide dari sumber lain dengan bahasa sendiri tanpa mengubah makna aslinya.

Teknik 1: Ubah Struktur Kalimat

Sebelum: "Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei untuk mengumpulkan data dari 100 responden."

Sesudah: "Data dikumpulkan melalui pendekatan survei berbasis metode kuantitatif, dengan melibatkan 100 orang sebagai responden penelitian."

Teknik 2: Sinonim dan Padanan Kata

Sebelum: "Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara motivasi belajar dan prestasi akademik mahasiswa."

Sesudah: "Temuan riset mengindikasikan adanya dampak yang bermakna dari dorongan belajar terhadap capaian akademik mahasiswa."

Teknik 3: Ubah Voice (Aktif/Pasif)

Sebelum (aktif): "Peneliti mengumpulkan data melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden."

Sesudah (pasif): "Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden oleh peneliti."

Teknik 4: Gabungkan dengan Ide Sendiri

Sebelum (dari sumber): "Motivasi intrinsik adalah dorongan yang berasal dari dalam diri individu."

Sesudah: "Dalam konteks pendidikan tinggi, motivasi intrinsik merujuk pada dorongan internal mahasiswa yang mempengaruhi keterlibatannya dalam proses pembelajaran, seperti rasa ingin tahu dan kepuasan intelektual."

Aturan Emas Parafrase

Setelah memparafrase, selalu cantumkan sumber asli sebagai referensi. Parafrase bukan berarti menghilangkan sumber, melainkan menuliskan ulang dengan bahasa sendiri sambil tetap menghargai penulis asli.

Tips Praktis Menurunkan Similarity

  1. Jangan copy-paste langsung dari jurnal lain, bahkan untuk referensi sendiri
  2. Tulis dengan bahasa sendiri setelah memahami isi dari sumber
  3. Gunakan kutipan langsung (direct quote) seperlunya saja, maksimal 1-2 kalimat pendek
  4. Kutipan langsung harus ditandai dengan tanda kutip ("...") dan mencantumkan nomor halaman
  5. Parafrase sebelum menulis, bukan setelah menulis. Baca sumber, tutup, lalu tulis dengan pemahaman Anda
  6. Periksa sendiri menggunakan Turnitin sebelum submit ke jurnal

Bagian 3: Edukasi Tingkatan Jurnal

Memahami tingkatan dan klasifikasi jurnal sangat penting untuk memilih tempat publikasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan akademik.

Apa Itu SINTA?

SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem penilaian jurnal ilmiah yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Indonesia. SINTA mengklasifikasikan jurnal ke dalam 6 tingkatan.

Tingkatan Jurnal SINTA

PeringkatKualitasKeterangan
SINTA 1Sangat BaikJurnal dengan skor tertinggi, biasanya sudah terindeks Scopus atau Web of Science
SINTA 2Baik SekaliJurnal berkualitas tinggi, beberapa sudah terindeks internasional
SINTA 3BaikJurnal berkualitas baik dengan proses review yang ketat
SINTA 4Cukup BaikJurnal yang memenuhi standar minimal nasional
SINTA 5CukupJurnal yang masih dalam tahap pengembangan
SINTA 6KurangJurnal yang baru terdaftar dan belum memenuhi semua kriteria

Cara Cek Peringkat SINTA

Buka situs sinta.kemdikbud.go.id, lalu cari nama jurnal di kolom pencarian. Peringkat SINTA akan terlihat di halaman profil jurnal tersebut.

Perbedaan SINTA dan Jurnal Internasional Bereputasi

AspekSINTAScopusWeb of Science (WoS)
CakupanNasional (Indonesia)InternasionalInternasional
PengelolaKemendikbudristekElsevierClarivate Analytics
Proses ReviewKetat, namun bervariasiSangat ketat, peer-review ketatSangat ketat, selektif
Dampak AkademikDiakui nasionalDiakui globalDiakui global
Tingkat KesulitanSedangTinggiSangat tinggi
BiayaBanyak yang gratisBanyak yang berbayar (APC mahal)Banyak yang berbayar

Apa Itu Scopus?

Scopus adalah database jurnal ilmiah terbesar di dunia yang dikelola oleh Elsevier. Jurnal yang terindeks Scopus dianggap memiliki kualitas internasional dan diakui secara global.

Kategori jurnal di Scopus:

  • Q1 - Top 25% jurnal di bidangnya (terbaik)
  • Q2 - Top 25-50% (sangat baik)
  • Q3 - Top 50-75% (baik)
  • Q4 - Top 75-100% (cukup)

Jurnal Predator: Cara Mengenali dan Menghindarinya

Jurnal predator adalah jurnal yang berkedok ilmiah tetapi tidak memiliki proses review yang benar dan hanya mencari keuntungan dari biaya publikasi (APC).

Ciri-ciri jurnal predator:

  • Proses review sangat cepat (kurang dari 2 minggu)
  • Tidak jelas tentang proses peer-review
  • Minta pembayaran APC sebelum artikel diterima
  • Menggunakan domain email Gmail/Yahoo, bukan email institusi
  • Tidak terdaftar di DOAJ, SINTA, Scopus, atau database terpercaya lainnya
  • Menggunakan nama yang mirip dengan jurnal terkenal
  • Editorial board tidak bisa diverifikasi

Periksa Sebelum Submit

Selalu periksa kredibilitas jurnal sebelum submit. Gunakan ceklis berikut: terdaftar di SINTA? Terindeks di database terpercaya? Memiliki ISSN? Proses review jelas? Editorial board bisa diverifikasi? Jika ragu, konsultasikan dengan dosen pembimbing atau senior di bidang Anda.

Tips Memilih Jurnal yang Tepat

  1. Sesuaikan dengan bidang penelitian - Pilih jurnal yang scope-nya sesuai dengan topik Anda
  2. Periksa peringkat SINTA - Untuk kebutuhan nasional, minimal SINTA 3
  3. Baca panduan penulis - Setiap jurnal punya template dan aturan yang berbeda
  4. Periksa waktu review - Beberapa jurnal memproses lebih cepat dari yang lain
  5. Baca artikel sebelumnya - Lihat artikel yang sudah diterbitkan untuk memahami standar kualitas jurnal
  6. Konsultasi dengan dosen - Minta rekomendasi jurnal dari dosen yang berpengalaman

Referensi Terkait

  • Panduan Submit di OJS dari PKP: docs.pkp.sfu.ca
  • Cek Jurnal Terindeks SINTA: sinta.kemdikbud.go.id
  • Scopus Source List: scopus.com/sources
  • DOAJ (Directory of Open Access Journals): doaj.org
  • Pedoman Akreditasi Jurnal: arjuna.kemdikbud.go.id